Penelitian Kerja Sama Dalam Negeri di Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi – Jawa Barat)

https://perpustakaan.borobudur.ac.id/index.php?p=fstream&fid=1262&bid=1945

RINGKASAN

Manajemen usaha tani dilakukan karena pengelolaan merupakan kemampuan petani untuk menentukan mengorganisir dan mengkoordinasikan faktor-faktor produksi yang dikuasainya sebaik-baiknya dan mampu memberikan produksi pertanian yang diharapkan. Ukuran keberhasilan pengelolaan adalah produktivitas dari setiap faktor maupun produktivitas dari usahanya. Dengan demikian pengenalan secara utuh faktor yang dimiliki dan faktor-faktor yang dikuasai sangat menentukan keberhasilan pengelolaan. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana pengaruh simultan dan parsial variabel tenaga kerja, luas lahan, kompetensi, pengalaman berusaha tani,peran pemerintah,dan kelembangaan terhadap usahatani petani padi di Kecamatan Tambun Utara,Kabupaten Bekasi-Jawa Barat dan bagaimana kinerjanya melalui analisis produktivitas dan R/Cratio. Analisis data primer menggunakan Regresi Berganda OLS. Hasil analisis diperoleh secara simultan variabel tenaga kerja, luas lahan, kompetensi petani, pengalaman bertani, peran pemerintah dan kelembagaan berpengaruh nyata terhadap produktifitas dengan koefisisen determinasi 56,9%. Secara parsial variabel kompetensi dan pengalaman berusaha tani berpengaruh nyata positif terhadap produktifitas, variabel tenaga kerja dan luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap produktifitas. Variabel kompetensi merupakan faktor dominan yang berpengaruh terhadap produktifitas dengan nilai Beta 56,9%. R/Crasio sebesar 1,90, berarti usahatani yang dilakukan petani efisien. Produktifitas optimum dicapai pada usahatani dengan luasan lebih dar i1hektar. Temuan Penelitian ini adalah bahwa kompetensi petani merupakan determinan produktivitas dalam pengelolaan usahatani padi.

Kata Kunci: Tenaga Kerja, Luas Lahan, Kompetensi, Pengalaman Bertani, Peran Pemerintah, Kelembagaan, Produktifitas, Efisiensi, R/Cratio